Gaya Klopp Menyentuh Liverpool

Jurgen Klopp. (Foto: liverpoolfc.com)

01/01/2019 418

LABRITA.ID - Sebelum kontra Liverpool, pelatih MU saat itu, Jose Mourinho, membuat pernyataan menohok. Kehebatan seorang pelatih atau klub dilihat dari trofi yang sudah diraihnya. Mou sedang mengangkat dirinya yang telah mendapatkan 3 trofi sekaligus merendahkan calon lawannya, Juergen Klopp dan Liverpool.

Klopp ditanya wartawan mengenai pernyataan eks pelatih Chelsea dan Real Madrid ini. "Haruskah saya memenangi trofi ini? Mungkin ya mungkin tidak. Saya lebih peduli dengan perkembangan tim yang saya miliki. Saya hanya mencoba mengoptimalkan tim yang diberikan oleh manajemen. Ketika kami masuk final Liga Champions, banyak yang mengatakan kami gagal. Saya sendiri lebih menghargai proses. Saya sangat menikmatinya," kata pria berkacamata tersebut.

Baca: Menanti Kejutan Liverpool


Terlihat perbedaan cara berfikir yang dimiliki oleh mantan pelatih Dortmund dan Mainz ini. Klopp yang sedang dipuji karena Liverpool tanpa kekalahan hingga pertengahan kompetisi ini, lebih mengutamakan timnya dibandingkan piala yang dijejer di lemari kemenangan. Klopp juga menghargai proses dan manajemen klub dalam mengambil keputusan.

Saya tidak bisa menjanjikan trofi di 2019. Namun percayalah pemain, staf, dan pelatih semua akan terus bekerja keras agar tahun 2019 menjadi spesial bagi kita semua," jawab Klopp tentang tantangan menjadi juara.

Klopp adalah pelatih memiliki konsep permainan yang jelas. Klopp menghendaki pertandingan dengan intensitas tinggi yaitu menekan terus pemain lawan dan transisi cepat untuk menyerang pertahanan lawan. Klopp sering menyebutnya Gegenpressing atau sepak bola Rock and Roll.

Klopp sendiri terbuka dengan pemainnya. Selama pertandingan, pelatih asal Jerman ini meneriakan perintahnya. Tidak sedikit yang dimarahinya, tetapi pelukan hangat selalu diberikan di akhir pertandingan.

Klopp menyampaikan kritik dan sarannya langsung ke pemain yang bersangkutan dan tidak pernah di hadapan media.
Inilah yang dikhawatirkan Ferguson sejak awal. Pemain-pemain Liverpool siap bekerja keras dengan antusiasme tinggi untuk menang. Mengikuti strategi dan tak-tik karena menyukai cara Klopp memperlakukan mereka.

Klopp juga tidak segan memberikan seorang pemain kesempatan bila waktunya telah tiba. Pemain muda akademi, Trent Alexander Arnold menjadi pemain utama Liverpool di usia 19 tahun. Pemain-pemain akademi bekerja keras untuk selalu siap ketika muncul kesempatan dari Klopp.

Berbeda dengan Mourinho yang sering merendahkan klub dan pelatih lain, Klopp menghargai semua lawannya. Ketika ditanya pekerja media tentang tetangga MU yang berisik itu, jawaban Klopp merendah. "City adalah klub yang sangat kuat dan saya belum menemukan kelemahannya," katanya. Padahal dua pekan kemudian, City berturut-turut kalah dari Crystal Palace dan Leichester City.

Di ruang press, Klopp juga menjadi idola wartawan. Jawabannya yang lugas dan sering lucu, memuaskan wartawan yang bertanya. "Saya bersedia menebus Alisson Becker dua kali lipat bila tahu dari awal kehebatannya seperti ini," katanya di salah satu sesi wawancara.

Wartawan juga pernah mengganggu tentang plantasi rambutnya. Jawabnya sambil tertawa, Anda harus sepakat dengan saya bahwa hasilnya keren bukan. Ha...ha... ha... Klopp.

|rzl/*