Gema Mathlaul Anwar Tolak Kedatangan 500 TKA Cina ke Sultra

Abdul Ganiru

02/05/2020 549

LABRITA.ID - Wacana kedatangan 500 tenaga kerja asing asal China ke Sulawesi Tenggara terus menjadi sorotan publik. Sejumlah lembaga dan ormas angkat bicara terkait rencana masuknya ratusan pekerja asing itu di tengah pandemi Covid-19 yang juga sedang melanda Indonesia.

Salah satu yang turut menolak yakni Generasi Muda (Gema) Mathlaul Anwar Sulawesi Tenggara. Dalam rilisnya, lembaga ini mengaku akan berdiri bersama jajaran pemerintah Sulawesi Tenggara untuk menolak kedatangan mereka.

"Tentu kita sangat menyayangkan sikap ini sebab akan sangat bertentangan dengan keseriusan kita dalam upaya memutus dan mengakhiri penyebaran wabah Covid-19 yang sudah banyak membunuh manusia di seluruh belahan dunia. Dan sikap seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak serius melindungi segenap rakyatnya dari ketakutan. Pemerintah terkesan mempermainkan hati rakyat, khususnya masyarakat di daerah Sulawesi Tenggara," kata Ketua DPW Gema Mathlaul Anwar Sultra, Abdul Ganiru dalam rilisnya, Jumat (1/5/2020).

Tiga alasan lembaga ini melakukan penolakan yakni mereka menilai bahwa pemerintah saat ini harus lebih berkonsentrasi pada prioritas negara, yakni serius melakukan upaya mengakhiri wabah.

"Wabah ini telah membuat ekonomi negara jatuh dan membuat rakyat Indonesia banyak yang kehilangan upaya pemenuhan hajat hidup mereka," kata Ganiru. 

Alasan kedua mereka yakni, pemerintah harus tegas terhadap aturan yang telah ada. 

"Menteri Perhubungan telah mengeluarkan Permen nomor 25 tahun 2020 terkait pengendalian transportasi yang disambut dengan Edaran Gubernur Sultra. Harusnya peraturan ini bisa berlaku umum kepada siapapun tanpa kecuali," katanya.

"Ketiga, dengan melihat sikap perusahaan - perusahaan serupa yang banyak merumahkan tenaga kerja lokal dengan alasan sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19, maka mendatangkan 500 TKA China ke Sultra sangat tidak masuk akal dan merupakan sikap yang bertentangan serta menyakiti hati kami," tambahnya.

Laporan: Ornalis