Kendari Bangkit Dari Pandemi Covid-19 (3)

Sumber Foto : Kominfo Kota Kendari

30/10/2021 177

Oleh : Edi Asran

Peserta Lomba Jurnalitik Kategori Umum


LABRITA.ID - Akhir tahun 2019 menjadi tahun yang akan selalu dikenang sepanjang sejarah kehidupan manusia. Bukan kenangan indah melainkan sebuah kenangan buruk yang dihadapi masyarakat dunia dengan ditemukannya virus baru mematikan yang kemudian dikenal dengan istilah Coronavirus Disease (Covid-19).

Virus yang pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019 ini kemudian mulai masuk ke Indonesia pada Maret 2020. Dampaknya terasa sepanjang tahun 2020 ketika Organisasi Kesehatan Dunia atau World Heath Organization (WHO) menyatakan bahwa virus ini menjadi pandemi, tepatnya pada tanggal 11 Maret 2020. Kejadian ini kemudian dikenal dengan sebutan Pandemi Covid-19.

Saat tulisan ini dibuat sudah lebih dari 245 juta jiwa terkontaminasi oleh virus ini di seluruh dunia, dengan angka kematian mencapai 4,96 juta jiwa yang tersebar di 215 Negara. Di Indonesia sendiri jumlah kasus Covid-19 mencapai 4,24 juta jiwa dengan 143 ribu kasus kematian. Hal ini sempat menempatkan Indonesia berada di peringkat 19 Negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia berdasarkan data Woldometers. Provinsi Sulawesi tenggara sendiri khususnya kota kendari menyumbang data sebanyak 7.714 kasus positif dan 95 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Upaya demi upaya terus dilakukan oleh pemerintah pusat hingga daerah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Awalnya pemerintah mengharuskan warganya untuk karantina mandiri dengan cara berdiam diri di rumah dan tidak boleh berkumpul dengan banyak orang. Beberapa wilayah bahkan menutup seluruh akses keluar masuk di perbatasan wilayahnya. Kebijakan ini ternyata ibarat pisau bermata dua, yang malah menimbulkan sebuah masalah baru. Dengan semua orang berdiam diri dirumah dan tidak melakukan aktivitas ekonomi membuat negara mengalami keterpurukan ekonomi, tidak terkecuali Kota Kendari yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara.

Demi memperbaiki kondisi ekonomi yang sudah terpuruk akhirnya Pemerintah Pusat hingga Daerah mengeluarkan kebijakan baru. Masyarakat boleh melakukan aktivitasnya namun dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19, kondisi ini kemudian dikenal dengan istilah “New Normal”.

Namun pada awal-awal kebijakan ini mulai diterapkan, masalah yang ada tetap berlanjut, ditengah pemerintah pusat maupun daerah fokus membenahi kondisi ekonomi ternyata kasus Covid-19 tetap tidak menurun bahkan mengalami kenaikan setiap harinya. Tercatat bahwa di Indonesia mengalami penambahan kasus rata-rata sebesar 1,7 persen dan kematian sebesar 1,3 persen setiap harinya.  Bahkan kondisi ekonomi Indonesia tidak kunjung membaik, terbukti di kuartal kedua tahun 2020 pertumbuhan ekonomi tercatat masih -5,3 persen.

Indonesia Memulai Bangkit

Kecepatan dan ketepatan akan penanganan Covid-19 yang dilakukan suatu negara, mencerminkan ketahanan sistem kesehatan dan juga kemampuan adaptasi seluruh masyarakatnya. Hal itu juga yang dilakukan oleh Indonesia. Sempat mengalami hantaman gelombang kedua sekitar Juli 2021, dengan peningkatan angka kasus positif harian bisa mencapai lebih dari 50 ribu kasus. Untungnya kini Indonesia terus mengalami perbaikan, seiring tren baik dalam penanganan pandemi Covid-19 yang terus terjadi. bersama keempat negara lainnya, yakni JepangIndia, Turki, dan Vietnam, Indonesia termasuk dalam negara yang berhasil bergerak dengan cepat menurunkan kasus positif Covid-19. Dari paparan tabel data yang disampaikan Prof. Wiku, dalam siaran langsung Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia, di akun chanel Sekretariat Presiden, Indonesia mengalami lonjakan kasus hanya dalam waktu 2 bulan saja tapi sudah bisa menurunkan angka kasus positif sampai 98 persen selama 3 bulan.

Langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk bisa menekan laju kasus dan menurunkan angka kasus positif, cukup beragam. Pertama dengan memberlakukan pembatasan ketat bertahap per Kab/Kota dengan PPKM, pembatasan perjalanan dalam dan luar negeri, penguatan fasilitas penanganan Covid-19 terpusat, respon cepat penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan,  pengetatan protokol kesehatan di tempat umum, pemberdayaan masyarakat melalui Satgas Posko Daerah dan menggenjot peningkatan cakupan vaksinasi.

Selain berdampak pada sektor kesehatan, sejak awal masuknya virus ini pada bulan Maret 2020 lalu, diyakini jika telah membuat laju pertumbuhan ekonomi melambat bahkan di beberapa negara mengalami defisit atau minus. Apabila kasus ini tidak ditangani secara serius, maka dampak pandemi Covid-19 akan memperlebar permasalahan dan krisis yang terjadi tidak hanya dari sektor ekonomi, tetapi juga krisis keamanan, sosial, hingga politik.

Adanya kondisi seperti itu membuat pemerintah berupaya menjalankan sebuah kebijakan yang disebut adaptasi baru (new normal). Akan tetapi, pemerintah juga perlu mempertimbangkan antara upaya penanganan penyebaran virus corona dengan upaya memulihkan perekonomian nasional.

Oleh sebab itu, pemerintah harus mampu mencari strategi guna menstabilkan kembali perekonomian dalam kondisi pandemi Covid-19, dengan melibatkan semua pihak baik, sektor pemerintah (publik) maupun swasta (privat).

Beberapa strategi yang dilakukan pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional antara lain:

1. Pembekalan UMKM

Salah satu kebijakan yang diberikan pemerintah yang saat ini sedang digencarkan adalah UMKM. Pemerintah sedang memberikan perhatian utamanya terhadap bidang ini karena dianggap dapat memulihkan perekonomian baik rakyat maupun negara secara perlahan.

2. Pelatihan dan Bantuan Finansial

Dampak yang diberikan pandemi ini adalah dipangkasnya beberapa karyawan atau yang biasa kita sebut dengan PHK. Perusahaan banyak melakukan kebijakan ini guna mengurangi pengeluarannya. Dengan demikian, pemerintah bersikap tegas dalam menangani hal ini dengan memberikan pembinaan kepada para korban PHK melalui kartu prakerja.

Akan tetapi, pemberian bantuan ini dinilai tidak efektif karena sudah menggunakan anggaran hampir dua puluh triliun rupiah dan tidak terlalu memengaruhi para korban untuk bersikap secara baik dalam menggunakannya.

Oleh sebab itu, pemerintah juga memberikan pelatihan yang sesuai dengan keubutuhan atau bersifat on-demand. Adanya program konsultasi dan mentoring bagi pelaku UMKM dapat memaksimalkan kebijakan ini.

Kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh Indonesia dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tingkat internasional.

3. Bekerja Sama dengan Sektor Swasta

Saat ini pemerintah perlu berkoordinasi dengan sektor swasta karena dinilai jika sinkronisasi yang dilakukan dapat memulihkan perekonomian nasional Indonesia yang saat ini sedang terpuruk. Pemerintah dan Swasta dapat saling bahu-membahu dalam mempertahankan stabilitas ekonomi yang perlahan mulai bangkit dari keterpurukan.

4. Investasi Jangka Panjang

Pemerintah perlu mengambil langkah strategis dalam investasi publik jangka panjang. Kondisi ini diharapkan mengubah proses struktural dalam perekonomian ke arah yang lebih baik. 

5. Pemulihan Sektor Pariwisata 

Sektor swasta menjadi dinding besar dalam pertahanan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Pemulihan yang dilakukan dapat secara bertahap secara keseluruhan berdasarkan analisis big data dan dengan memfokuskan pada wisatawan nusantara.

Akibat mandeknya kegiatan ini juga pemerintah perlu melakukan sebuah adaptasi di destinasi wisata terhadap kondisi pandemi Covid-19. Pemulihan yang dilakukan juga diharuskan untuk berkolaborasi dengan pihak pemerintah daerah, pusat, dan pihak yang terkait karena hal ini dapat lebih mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Strategi yang diberikan merupakan sebuah langkah kita dalam menghadapi dan menyelesaikan pandemi yang saat ini menimpa bangsa Indonesia. Kita perlu melakukan tindakan-tindakan ini karena kita harus terus bersaing dengan bangsa lainnya dan memanfaatkan setiap langkah kecil yang saat ini kita miliki.

Sebagai warga negara, pastinya kita menginginkan sebuah kemajuan dalam segala bidang, terutama sektor perekonomian karena ini yang menjadi pilar dasar negara ini dapat bertahan dari pandemi saat ini.

Ayo Bangkit Kotaku

Selain Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah juga mempunyai peran strategis dalam mendorong percepatan dan efektivitas pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah Daerah tentu lebih memahami struktur ekonomi daerah, demografi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya. Di samping itu, kebijakan APBD dapat disinergikan untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi di daerah.

Sejauh ini berbagai upaya positif telah dilakukan oleh pemerintah Kota Kendari dalam melindungi warganya dari infeksi Covid-19 seperti pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk wilayah Kota Kendari, menggagas regulasi sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, membatasi aktifitas warga diluar rumah hingga pukul 22.00 wita, program percepatan vaksinasi bagi seluruh warga Kota Kendari, pembangunan gedung Pusat Kesehatan Masyarakat dan menggagas pembangunan rumah sakit tipe-D yang nantinya bisa digunakan khusus untuk menangani pasien terinfeksi Covid-19.

Upaya lain terus di gencarkan Pemerintah Kota Kendari dalam membantu masyarakat terdampak Covid-19. Adalah dengan penyerahan bantuan tunai langsung, program bedah rumah kumuh, bantuan paket sembako, bantuan vitamin sampai  pada pembagian masker gratis kepada warga terdampak Covid-19 yang ada di kota kendari.

Tentu saja upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Kendari ini layak diberi apresiasi, dan kita semua tentu berharap semoga kota kendari yang kita cintai ini segera bangkit, dimana aktifitas masyarakat dan roda perekonomian dapat kembali menggeliat seperti sedia kala.

Tidak Ada Tag