Kompetensi Guru di Era Teknologi Digital

Ilustrasi

08/04/2019 5777

Marniati Murtaba, S. Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Lambandia, Kolaka Timur

Pada kompetensi, kompetensi guru terbagi menjadi empat, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengelola kelas dan pembelajaran. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik akan mendukung pembelajaran dengan sebaik-membantah. Sebelum memulai pembelajaran, guru terlebih dahulu menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran. Guru terlebih dahulu membuat desain, selesai merancang pembelajaran, dan yang penting agar pembelajaran itu menarik dan dapat diterima oleh siswa. Selain itu, dengan wajibnya penggunaan Kurikulum 2013 pada semua jenjang pendidikan mulai tahun 2018. Di dalam Kurikulum 2013 ditegaskan empat aspek dalam pembelajaran, yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), literasi,

Dengan kompetensi pedagogik yang diberikan, guru yang mendukung pembelajaran yang didukung oleh empat belas ini. Keempat ini tidak harus tergambar dalam perangkat pembelajaran serta pelaksanaan pembelajaran di kelas. Integrasi PPK, literasi, HOTS, dan 4C lambat tetapi pasti akan mengubah kualitas peserta didik. Kualitas yang baik dari segi pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap. Nilai pengetahuan dapat dilihat dari nilai ujian lisan atau tulisan. Nilai keterampilan dapat dilihat dengan nilai tukar pada mata pelajaran. Kualitas sikap dapat memilih dari tingkah dan kata. Diharapkan dengan desain pembelajaran menggunakan PPK, literasi, HOTS, dan 4C, sikap siswa dapat meningkat ke arah yang lebih baik.

Kompetensi kepribadian berkaitan dengan guru pribadi. Ditempatkan sebagai karakter guru yang pantas untuk digugu dan ditiru. Guru menunjukkan karakter yang baik dan tepat untuk dibuat panutan oleh siswa-siswanya. Guru memilih sikap perhatian, mudah menjawab apa yang menjadi keinginan peserta didik, guru mampu menjadi jembatan atas apa yang diterima oleh peserta didik. Dengan memiliki kepribadian yang baik, maka siswa akan merasa nyaman, merasa disayangi, merasa dianggap sebagai sesuatu yang berharga dan merasa menghargai pembelajaran. Guru yang memiliki kompetensi, akan menciptakan ruang kelas yang bersahabat.

Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan guru dalam menjalin komunikasi dengan peserta didik, rekan sesama guru, staf, pimpinan, hingga masyarakat sekitar. Guru yang memiliki kompetensi sosial akan berkomunikasi dengan semua komponen. Guru yang memiliki kompetensi sosial akan selalu mempertahankan hubungan dengan orang tua peserta didik. Selain itu, misalnya, posisi guru sebagai wali kelas. Guru akan selalu setuju dengan orang tua siswa setuju dengan perkembangan peserta didiknya. Dengan demikian, akan terjalin komunikasi dan kolaborasi yang intens antara orang tua dan guru.

Kompetensi profesional yang berkaitan dengan latar belakang bidang keilmuan sang guru. Guru harus menguasai kompetensi keilmuan yang diampunya. Guru senantiasa meningkatkan kapasitas keilmuannya dan selalu merespons terhadap setiap perkembangan yang berkaitan dengan keilmuannya. Guru akan terus belajar. Guru yang profesional juga aktif dalam kegiatan pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Salah satu program PKB adalah publikasi ilmiah dengan menulis kemudian tulisannya dimuat pada media cetak atau online. Salah satu jenis tulisan ilmiah yang biasa dilakukan guru berkompetensi profesional adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk belajar tentang mana belajar yang dilakukan. Jika terbukti hasil yang berhasil belum maksimal,

Guru yang memiliki kompetensi profesional juga ditandai dengan memiliki sertifikat pendidik. Hal ini berkaitan dengan program pemerintah yang mencanangkan program sertifikasi guru. Guru yang profesional ditandai dengan kepemilikan sertifikat pendidik. Saat ini, untuk mendapatkan sertifikat, guru harus menyelesaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan disetujui setelah menyelesaikan kegiatan dan ujian yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pada era digital seperti saat ini, Empat kompetensi ini juga tidak lepas dari pengaruh teknologi. Terlebih pada kompetensi pedagogik. Dalam dunia pembelajaran, muncul istilah pedagogic cyber. Pedagogic cyber maksudnya pembelajaran di kelas sudah menggunakan kecanggihan digital. Kompetensi pedagogik digital adalah alat bantu digital dalam pembelajaran. Alat –alat digital mulai dari yang paling sederhana seperti komputer hingga yang paling rumit. Pembelajaran digital juga. Memudahkan karena tidak terbatas ruang dan waktu. Karena tidak perlu selembar kertas dan sebatang pulpen, cukup dengan jaringan internet. Selain itu, bagi sekolah yang memiliki jaringan wifi. Hal ini sangat memudahkan guru dan siswa.

Guru perlu mengatasi kompetensi pedagogik digital di era abad 21 ini. Abad 21 ditandai dengan kemajuan teknologi digital. Abad 21 disetujui para pakar telah ditempatkan pada industri 4.0. Abad 21 ditandai pula dengan kehadiran media-media baru yang belum pernah ada pada abad sebelumnya. Dengan gambaraan ini, guru harus cepat menyesuaikan. Guru harus segera meng-update ilmu digital untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Peran guru menyenangkan dengan mudah. Guru diistilahkan memiliki tugas untuk memanusiakan manusia. Dengan kompetensi pedagogik yang dimilikinya, guru akan bisa mewujudkannya. Dalam kurikulum 2013, peran guru sangat dibtuhkan sebalum dan saat pembelajaran. Sebelum pembelajaran, guru harus membuat perencanaan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas. Jika guru tidak memiliki rancangan yang lengkap mulai dari perencanaan hingga format evaluasi, guru tidak akan maksimal dalam menerapkan pembelajaran K13 di kelas. Selanjutnya, guru dapat berpartisipasi sebagai fasilitatir, motivator dan inisiator saat pembelajaran berlangsung.

Guru dapat membuat kelompok belajar online dengan fasilitas media sosial atau media online lainnya untuk pembelajaran. Guru memberikan tugas dan siswa dapat langsung memberikan tugas tersebut secara online. Semua ilustrasi tersebut akan dapat disetujui jika guru memiliki kompetensi pedagogik abad 21. Jangan sampai siswa yang lebih memahami teknologi digitalnya dibandingkan dengan guru. Oleh karena itu, guru harus cepat meng-update perkembangan teknologi digital khusus di bidang pembelajaran.

Guru harus memiliki kompetensi yang dimiliki pemerintah. Selain itu, guru juga harus memiliki kompetensi digital. Jadi, dapatkan kompetensi ini harus dijalankan. Namun, hal yang perlu di tengah kecanggihan digital ini, peran guru langsung tidak tergeser. Guru tetap bekerja sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator. Guru tetap berada di kelas saat tatap muka sedang berlangsung. Guru tetap berharga menghadirinya untuk menyaksikan setiap kegiatan siswanya. Guru juga memberikan apresiasi terhadap setiap kinerja yang dilakukan siswanya. Guru ada saat siswa membutuhkan tempat untuk meminta pertimbangan.

Pada akhirnya, dengan menguasai kompetensi guru ditambah dengan kompetensi digital, guru bisa lebih siap bersaing di era teknologi digital. Guru bisa menyesuaikan dengan perubahan global yang terus menggelinding. Muara akhir dari hasil ini lahirlah sosok-sosok siswa berkarakter abad 21. Dengan lahirnya siswa-siswa berkarakter abad 21, akan diperoleh tujuan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Jika kehidupan bangsa sudah cerdas, maka masa depan Indonesia akan semakin cerah.