Kota Kendari Ikut Sumbang Produksi Jagung Sultra, Dipasarkan ke Makassar dan Surabaya

Panen Raya Jagung di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puwatu, Kota Kendari

03/10/2020 449

LABRITA.ID - Berstatus kota dengan lahan yang mulai langka, tak membuat Kendari melupakan sektor pertanian sebagai komoditas penggerak ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan panen raya 32 hektar lahan jagung yang digelar di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Jumat (2/10/2020) pagi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sitti Ganef mengatakan untuk mendukung sektor pertanian pihaknya mengaku menyediakan petani berupa sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan mereka.

Baca Juga: Serabut Kelapa Asal Sultra Diekspor ke China

“Meski kita berada di tengah kota, tapi kita serius dan tidak mau kalah bersaing. Makanya kami memaksimalkan lahan yang ada. Begitu juga komoditas pertanian lainnya kami dukung seperti sayuran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distannak) Sultra, Budianti Kadidaa mengatakan pihaknya terus mendorong dan memberikan dukungan terhadap petani untuk meningkatkan hasil produksinya.

“Salah satu bentuk dukungan pemerintah, kita berikan bantuan benih, pupuk, bahkan alat alat pertaniannya juga kita
siapkan, untuk memperoleh itu caranya cukup mudah, masyarakat tinggal mengajukan proposal ke dinas pertanian Kota
atau Provinsi,” ungkapnya.

Data IQFast milik Badan Karantina Pertanian mencatat volume perdagangan jagung Sultra ke provinsi lain menunjukan peningkatan yang sangat signifikan hingga hampir tiga kali lipat. 

Baca Juga: Barantan Dorong Komoditas Pertanian di Sultra Diekspor Langsung​​​​​​​

"Jika kita membandingkan periode yang sama, Januari-September tahun 2019 dengan 2020, ada kenaikan volume pengiriman jagung sebesar 178%. Tahun 2019 tercatat lebih dari 5.143 ton, sedangkan 2020 sampai dengan September sejumlah 14.304 ton," ungkap Kepala Karantina Pertanian Kendari, N. Prayatno Ginting. 

Dari data tersebut, menurutnya produksi jagung di Sultra berpotensi besar untuk terus dikembangkan. Dengan begitu, tujuan ekspornya tak hanya skala nasional, tetapi dapat menjangkau pasar mancanegara.

"Jika kita fokus, bukannya tidak mungkin status perdagangan jagung Sultra ini bisa kita tingkatkan, dari hanya domestik antar provinsi kita dorong untuk ekspor langsung ke mancanegara" terang Prayatno Ginting. 

Baca Juga: Balai Karantina Pertanian Kendari Kawal Ratusan Ton Cocoa Butter ke Belanda

Untuk itu, pihaknya akan mendorong jagung Sultra untuk bisa diekspor langsung ke luar negeri dengan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan pengiriman jagung Sultra ke luar daerah agar bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) demi menjaga kualitas jagung Sultra. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait agar jagung Sultra ke depannya dapat diekspor langsung ke luar negeri. 

"Ada nilai tambah yang besar untuk daerah dan perani tentunya, jika ekspor jagung dapat dilakukan langsung ke negara tujuan" kata Prayatno Ginting.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi yang turun langsung ke lokasi panen raya mengapresiasi upaya yang dilakukan berbagai pihak dalam meningkatkan produksi pertanian.

"Ini harus diapresiasi, jarang kita lakukan panen di tengah kota dan dipinggir jalan seperti ini. Ini hal yang bagus, memanfaatkan lahan tidur dalam kota" ungkap Yesiah Ery Tamalagi.

Baca Juga: Beras Sultra Dikirim ke Berbagai Daerah di Indonesia​​​​​​​

Jagung yang dipanen ini merupakan milik kelompok tani Mula Mendre di bawah binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Puuwatu. BPP Puuwatu sendiri merupakan BPP Model Kostratani yang menjadi binaan Balai Karantina Pertanian Kendari.

Hasil panen ini sendiri telah siap ditampung oleh pengusaha lokal untuk selanjutnya bersama dengan jagung dari Kabupaten lain dipasarkan ke luar Sultra, di antaranya ke Surabaya dan Makasar. (on-04)