Lima Pelatih Top yang Bisa Dipecat Musim Depan

Antonio Conte (Foto: Goal.Com)

02/04/2018 629

LABRITA.ID - Kompetisi yang ketat dan melibatkan banyak uang memberikan tekanan besar kepada semua pihak yang terlibat. Pemain adalah yang paling sering keluar masuk klub sepakbola. Setiap tahun sebuah klub hampir pasti membeli beberapa pemain. Pembelian pemain bisa karena ingin meningkatkan kualitas tim baik maupun konsistensi permainan. Sering juga pembelian pemain dilakukan karena pemainnya dibeli klub lain.

Selain itu, klub juga yang seringkali mengganti manajer mereka. Beberapa klub terkenal yang sering mengganti pelatih adalah Chelsea. Sejak dikendalikan oleh Roman Abramovich, Chelsea menjadi tim juara. Di balik itu, Chelsea berkali-kali mengganti manajer top mereka. Jose Mourinho adalah manajer yang merasakan dua kali didepak Abramovich.

Musim 2017/2018 banyak pemilik yang kecewa dengan capaian klub di kompetisi. Lima pelatih yang berpotensi diganti musim depan yakni,

1. Antonio Conte
Salah satu pelatih top yang sedang berada di ujung tanduk adalah Antonio Conte. Setelah tahun lalu menjadi juara EPL, Chelsea terseok-seok di kompetisi tahun ini. Chelsea terlempar dari empat besar setelah kalah 2-1 dari MU. Chelsea dilambung Tottenham Hotspurs sehingga berselisih dua poin dan berada di peringkat kelima.

Sikap Conte yang terbuka ke publik atas kegagalan transfer Chelsea menjadi faktor lainnya. Desember-Februari adalah waktu terpadat bagi klub-klub di Inggris. Boxing Day adalah pembeda EPL dengan liga lainnya. Semua mata pecinta sepakbola menatap EPL karena liga lainnya sedang libur. Antara 2-3 pekan liga lain libur dan para pemain meningkatkan kebugaran dan mengurangi tekanan.

2. Arsene Wenger
Pelatih top yang lebih dari 20 tahun bekerja membangun Arsenal. Sejak musim lalu, pendukung Arsenal meminta klub tidak memperpanjang kontrak Arsene Wenger. Klub memperpanjang kontrak Wenger dan memberikan dana transfer yang sangat besar. Dua striker top scorer Liga Prancis dan Liga Jerman didatangkan ke London. Ozil dan Mickhitaryan digaji sangat besar. Arsenal masih tercecer di peringkat 6 dan selisih 10 poin dengan peringkat 4.

Musim depan jelas akan berbeda dan Arsenal bukan klub yang ingin dua kali beruntun tak bermain di Liga Champion Eropa. Permainan menyerang yang indah akan sulit diterima pendukung Arsenal bila tertinggal jauh dari Tottenham tetangga mereka. Wenger bisa menjadi sebab merosotnya prestasi Arsenal di dua tahun terakhir. Perbedaannya Arsenal lebih sabar terhadap manajer mereka dibandingkan Chelsea.

3. Unai Emery
Pelatih top dari Liga Spanyol yang direkrut oleh PSG. Emery adalah satu-satunya pelatih yang mampu membawa Sevilla juara Liga Eropa tiga musim berturut-turut dari 2014 hingga 2016. Musim lalu Emery mencetak sensasi mengalahkan Barca 4-0 di Paris. Kekalahan 6-1 di Camp Nou membuat PSG menyerah kalah.

PSG merasa perlu memiliki pemain kelas dunia. Mega transfer dunia, Neymar dan Keylan Mbappe dilakukan dari Barcelona dan Monaco. PSG sangat dominan di Liga Prancis tetapi tak beruntung di UCL. Undian mempertemukan PSG dengan Madrid. Mendadak Madrid bangkit dan menaklukan PSG. Bila gagal kembali, Emery menjadi pihak yang disalahkan oleh manajemen PSG yang ambisius.

4. Jupp Heynckes
Berbeda dengan yang lain, Heynckes adalah legenda di klubnya sekarang, Bayer Muenchen. Heynckes-lah pelatih yang membawa Bayern menyapu tiga gelar dalam satu musim yaitu UCL, Bundesliga dan Piala Jerman. Kehadiran Heynckes di Bayern karena menggantikan Carlo Ancelotti yang dipecat di awal musim. Heynckes mampu membawa Bayern dari peringkat tiga ke peringkat pertama dengan selisih 20 poin dari peringkat bawahnya.

Heynckes mau kembali dari pensiun dan menangani Bayern hanya untuk menyelesaikan musim ini saja. Tawaran Bayern untuk musim depan ditolak Heynckes. Bayern harus bergerak cepat mencari manajer yang siap menangani pemain dan tetap meraih prestasi terutama di Eropa.

5. Zinedine Zidane
Zinedine Zidane adalah salah satu fenomena di sepakbola dunia. Begitu hadir sebagai manajer di Real Madrid, Zidane langsung memberikan prestasi luar biasa. Kehadirannya sebagai pelatih Madrid menggantikan Rafael Benitez dan di tahun yang sama Zidane mempersembahkan Liga Champion. Tahun berikutnya Zidane mampu mempertahankan Piala Liga Champion Eropa. Madrid dan Zidane menjadi klub pertama yang mampu melakukannya. Prestasi ini ditambah dengan menjadi juara La Liga dan mempecundangi Barcelona.

Musim ini Zidane kesulitan mempertahankan intensitas permainan dan spirit tanding pemain. Sejak kemenangan atas PSG, permainan Madrid membaik dan selalu menang. Ketertinggalan di La Liga dari Barcelona yang belum pernah kalah terlampau jauh. Hanya UCL menjadi harapan Madrid. Lawan-lawan di UCL musim ini sangatlah berat termasuk kebangkitan tim-tim dari Inggris.

Bila gagal juara di UCL, Madrid bisa mempertimbangkan kelangsungan masa kerja Zidane. Namun tidak semudah membalik telapak tangan, Madrid selalu kesulitan mencari pelatih sekaliber Zidane. Mourinho pun tidak mampu memberikan prestasi seperti Zidane. Benitez tidak mampu bertahan lebih dari 4 bulan di Madrid.
Kita tunggu keputusan pemilik klub terhadap manajer top mereka. (hz-01)