Wali Kota Apresiasi Cara SMPN 9 Kendari Optimalkan Pembelajaran Saat Pandemi Covid-19

Wali Kota Kendari saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan orang tua siswa. (Foto: Humas Pemkot Kendari)

15/09/2020 413

LABRITA.ID - Dalam rangka mengoptimalkan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19, SMP Negeri 9 Kendari menggagas program berbagi. Program ini diinisiasi para guru, koperasi sekolah, komite, dan alumni SMPN 9 Kendari.

Baca Juga: SDIT Al Qalam dan SMPN 9 Kendari Raih Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup

Dalam program ini diberikan bantuan berupa 410 smartphone tablet, paket data dari salah satu operator seluler, serta beasiswa untuk mendukung proses belajar mengajar. Bantuan ini sendiri dibagikan langsung oleh Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir kepada para orang tua siswa penerima.

Sulkarnain berharap dengan adanya program ini dapat menjadi momentum insan pendidikan di Kota Kendari untuk terus maju.

"Mari kita tidak menyerah dengan keadaan. Selaku pemerintah, saya mengapresiasi kepala SMPN 9 Kendari karena telah berinisiatif menggagas program ini," kata Sulkarnain, Senin (7/9/2020).

Ia juga mengungkapkan pemerintahannya sementara terus melakukan hal yang sama dalam mendukung proses pembelajaran pada masa pandemi.

Baca Juga: SDIT Insan Mandiri Kendari Buka Pendaftaran, Tawarkan Prestasi dan Akhlak Mulia

"Saat ini sejumlah kelurahan sudah dilengkapi dengan fasilitas internet yang bisa dipergunakan anak-anak kita dalam mengikuti proses pembelajaran," ungkapnya.

Kepala SMPN 9 Kendari, Milwan, mengungkapan dengan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan siswa memiliki banyak masalah, sehingga proses pembelajarannya tidak berjalan maksimal atau tidak sesuai dengan yang diharapkan.

"Salah satu masalahnya adalah banyaknya siswa yang tidak memiliki hp android," ungkap Milwan.

Baca Juga: Pendidikan Berbasis Cinta Mengembangkan Potensi Anak Didik

"Semoga dengan adanya bantuan ini, program belajar jarak jauh tidak lagi menjadi kendala, baik bagi siswa maupun bagi guru-guru di sekolah," harapnya.

Terakhir dia menyampaikan bahwa yang dibantu melalui program ini adalah siswa yang benar-benar tidak mampu, seperti yatim dan yang ekonomi lemah. (to-03)